JePuN… Ada Apa Pada Mereka?!!

Jepun,
musuh islam yang ketara,
selain Amerika, Korea dan Israel,
bijak bermain kata,
membuat tipu daya,
untuk merosakkan anak-anak islam.

Jepun,
sebuah negara yang tersergam megah di ufuk timur,
namun hatiku sering tertanya,
apa yang ada pada diri mereka sehingga mereka lebih kalian kagumi daripada Allah?
apa yang ada pada diri mereka sehingga mereka lebih kalian utamakan daripada Allah?
Hebat sangatkah mereka?
Hebat sangatkah mereka sehingga dapat menandingi Allah dan Rasul-Nya?
Mengapa mereka kalian kagumi,
sedangkan di hatiku,
tiada yang tersisa melainkan,
perasaan benci,
jelik dan meluat,
dengan apa yang mereka lakukan.

Lagu-lagu mereka halwa telinga syaitan,
membingitkan telingaku dari mendengarkan suara azan,
filem-filem mereka adalah filem-filem iblis,
menyakitkan mata dan hatiku yang seperti digilis.

Wahai sahabatku,
kalian mengatakan pada mereka ada nilai murni,
tapi aku tertanya-tanya,
tidak cukup lagikah peribadi Rasulullah yang ulung buat kalian,
akhlak baginda tiada tandingan,
meskipun kalian menafikan,
semuanya telah tertulis di dalam kitab al-Quran?
tidakkah patutnya baginda lebih kalian sanjungan daripada mereka?

Sahabatku,
kalian menyanjungi negara mereka,
tiada kecurian meskipun tingkap terbuka,
tetapi tidakkah kalian melihat,
pemerintahan Umar Abdul Aziz,
peminta sedekah pun tiada,
semua tiada bezanya,
sama sahaja di pandangan mata,
negara aman tanpa sengketa,
bukan sahaja manusia,
malah kambing dan serigala jua.

Sahabatku yang kucintai sepenuh hati,
kalian mengagumi perubahan mereka,
hati yang kotor bagaikan terhentak,
berubah dari noda hitam,
tapi tidak tahukah kalian,
bahawa kedatangan Rasulullah bukan sahaja mengubah satu negara,
malah satu dunia,
musyrikin Arab yang lebih kasar, bengis dan kejam,
menodai wanitra, membunuh zuriat sendiri,
namun mereka dapat berubah,
menjadi selembut dan sesuci kapas,
hati yang keras berubah menjadi tangisan di tengah malam,
tidakkah itu yang lebih patut kalian kagumi?

Sahabatku yang dikasihi,
kalian terpana menyaksikan budaya mereka,
di saat bencana melanda,
orang lain lebih mereka utamakan dari diri mereka sendiri,
tetapi tidakkah kalian menyusuri sejarah,
melangkaui kisah tiga saudara,
Ikrimah, Harith dan Suhail,
bertarung maut di medan Yarmouk,
seteguk air yang dihagakan,
diberikan kepada orang lain tanpa mementingkan diri sendiri,
padahal mereka lebih memerlukan,
tidakkah itu yang lebih membuatkan kalian terpana?

Sahabatku tercinta,
kalian tertegun dengan sifat setiakawan mereka,
jujur dalam persahabatan,
tanpa khianat, tanpa pembohongan,
tapi dapatkah mereka menandingi Saidina Abu Bakar,
dalam bersahabat,
menyerahkan segalanya,
harta meskipun nyawa,
kerana besarnya cinta,
tidakkah itu lebih menegunkan?

Sahabat seperjuanganku,
kalian terpesona dengan dedikasi mereka,
bekerja tanpa lelah,
berganding bahu bersama,
tetapi tidakkah kalian melihat,
bertapa dedikasinya kerja para sahabat,
bersama-sama menggali parit,
di sekeliling tempat seluas kota madinah,
tanpa upah, tanpa rasa payah,
bukankah itu lebih mempersonakan kalian?

Wahai sahabatku tersayang,
kalian mengatakan cara hidup yang diamalkan mereka sihat,
tapi butakah kalian dari melihat betapa sihatnya Rasulullah,
dengan ruku’ dan sujud baginda,
setelah segalanya terbukti,
bahawa kedua-duanya mempunyai khasiat,
yang lebih patut kita kagumi?

Sahabatku,
kalian menyebut-nyebut artis mereka kerana kemachoannya,
tahukah kalian yang macho mereka itu hancur,
menghancurkan diri mereka dan juga kalian,
jika kerana paras yang kacak,
tidak terlawan dengan kejernihan wajah Rasulullah,
beserta nur di wajah baginda,
senyumannya sahaja memikat hati,
menenangkan hati yang resah,
mengubat rindu di hati sahabat,
kemachoan baginda lebih terserlah,
berkecai batu dengan tangan,
tanpa alat dan juga alas,
tenang walaupun diacu pedang,
diherdik, dimaki, dinista,
baginda masih mampu tersenyum,
bukankah itu lebih macho pada pandangan kalian?
tetapi kenapa bukan nama mulia baginda yang meniti di bibir kalian?

Sahabatku,
jika kerana kulit yang cerah,
usahlah kalian berbangga,
kerana,
ia tidak dapat menandingi kecerahan kulit Salman al-Farisi,
di syurga menjadi ketua,
di antara muslim yang berkulit putih,
dikatakan umpama kulit bidadari,
bukan sahaja cerah,
malah bersih kemerah-merahan,
diterangi pancaran nur Ilahi,
dan semestinya mereka tidak dapat mengalahkan,
cerahnya kulit sang bidadari.

Sahabatku,
jika kalian menyintai mereka kerana lagu mereka,
atau suara merdu mereka,
berhentilah kalian,
semerdu-merdu suara mereka,
tapi apakah ia dapat menghentikan aliran sungai,
mendiamkan kicauan burung,
seperti alunan suara Dawud,
dapatkan mereka menandinginya,
bukan sahaja tidak dapat,
malah nyanyian itu dikutuk langit dan dibumi,
dilaknat para malaikat,
tahukah kalian?
Tidak teringinkah kalian mendengar suara Dawud mengalun merdu,
di Syurga yang hakiki,
tidak teringinkah kalian?

Sahabatku,
di bibir kalian selalu mendendangkan lagu mereka,
lagu yang tidak tahu apa manfaatnya,
tetapi bukankah lebih baik kalian berzikir,
menyebut nama-nama Allah,
ALLAH, ALLAH, ALLAH,
bukankah nama Allah itu lebih indah,
dan menyebutnya akan mententeramkan hati,
tetapi mengapa kalian masih mendendangkan lagu mereka,

Sahabatku,
kalian menontoni filem mereka,
filem cinta yang menyesatkan,
tapi bukankah lebih baik kalian mendengar,
kisah perjalan hidup,
para salafussoleh,
dalam mencari syurga Allah,
bukankah cinta Allah lebih baik dari cinta yang menghanyutkan?

Duhai sahabat,
jika kalian takjub melihat pemimpin mereka,
lupakan sahaja,
qudwah hasanah terbentang di hadapan mata,
seorang pemimpin yang sanggup lapar demi umatnya,
sanggup dicaci, dinista hanya kerana umatnya,
sanggup menderita dan terluka kerana umatnya,
pemimpin yang sentiasa bersama umatnya,
ketika peristiwa berhijrah,
baginda membahayakan diri,
mendahulukan umatnya demi keselamatan mereka,
dan sebelum menghebuskan nafas terakhir,
Ummati…Ummati…Ummati…
adakah pemimpin lain seperti ini?
tidak cukupkah apa yang ditunjukkan Rasulullah,
bukankah seorang pemimpin yang baik sanggup berkorban demi rakyatnya,
bukannya sanggup mengorbankan rakyat disebabkan dirinya?

Sahabat sefikrahku,
kalian telah diracun oleh mereka,
sedarlah kalian,
janganlah kalian lalai dengan tipu daya mereka,
kalian ada iman di dada,
kalian tidak seperti mereka,
perempuan yang tidak beriman lebih hina dari seekor anjing,
lelaki-lelaki mereka seperti sampah,
itukah yang kalian puja selama ini,
hanya sampah dan anjing yang hina?
MasyaAllah sahabatku,
bukalah mata kalian,
jangan pekakkan telinga kalian dengan lagu mereka,
tidak takutkah kalian,
jika satu saat nanti Allah menarik kembali nikmatnya,
yang salah digunakan selama ini,
tidak gentarkah kalian?

Dengarlah sahabatku,
syaitan ada bersama mereka,
berkhidmat setiap masa,
usahlah kalian gentar,
Allah bersama kita,
Janganlah kalian terpedaya,
dengan tipu muslihat mereka,
tolonglah,
kalian adalah sahabatku yang telah mereka rampas,
jika di hati kalian masih berputik iman,
tolonglah kembali,
larilah sejauh-jauhnya dari kegelapan jahiliyyah,
kalian ada fikrah, kalian ada tarbiyah,
jauhilah mereka,
kerana aku sayang kalian,
aku tidak mahu kehilangan kalian,
apabila kalian menuruti mereka terjun ke kancah neraka yang abadi.

Ingatlah sahabatku,
tidakkah kalian terfikir,
setiap saat yang kalian bazirkan untuk mereka,
padahal setiap saat itu berharga,
penentu antara syurga dan neraka,
tidakkah kalian terfikir,
sudahkah kalian merealisasikan matlamat hidup kalian,
tujuan kejadian kalian,
sebelum dipersoalkan olehNya di akhirat kelak,
pernahkah kalian terfikir,
setiap detik kalian melambatkan solat kerana mereka,
sedangkan solat menyelamatkan kalian dari neraka,
sedangkan,
mereka menarik kalian ke dalamnya,
kalian tidak sedar kalian mengurangkan detik waktu bersama Allah untuk menghabiskan masa bersama mereka,
sedangkan melebihkan sesuatu daripada Allah akan membawa kepada syirik?
Tahukah kalian?
Atau kalian berpura-pura tidak tahu?
Tidakkah kalian sedar,
terlampau memuji mereka lebih banyak dari memuji Allah,
akan dikira mempersekutukan-Nya?
Tidak takutkah kalian?
Tidak gementarkah hati-hati kalian?

Mereka,
membuatkan kalian jauh dariNya,
kurangnya kecintaan kepadaNya,
jiwa kalian susah untuk menangis keranaNya,
jiwa kalian tidak bergetar ketika menyebut asma’-Nya,
sebaliknya bergetar apabila menyebut nama mereka.

Wahai kafir laknatullah,
aku tahu kalian tidak akan puas,
selagi kami tidak mengikuti kalian,
syukur aku tidak pernah menyanjungi kalian,
malah aku meluat dan benci dengan perangai kalian.
Jangan harap kalian akan dapat meruntuhkan islam,
selagi Allah bersama kami,
Allah akan memelihara agamanya,
kalian memang bijak,
tetapi sebijak-bijak kalian adalah yang paling bodoh bagi kami,
kalian persis Abu Jahal di zaman Rasulullah,
lihatlah suatu masa nanti,
semua akan berhenti menyanjungi kalian,
kalian akan jatuh,
tersungkur di hadapan kekuasaan Allah,
jika tidak di dunia,
di akhirat kelak pasti!
pasti Allak akan membalasnya!!
Pasti!!!

Ya Allah,
bantulah umat zaman ini,
zaman yang penuh dugaan,
agar kami tidak terlena,
dalam ayunan buaian musuh,
sehingga melupakan asma’-Mu,
memadamkan nama Rasul-Mu,
jauhkanlah Ya Allah,
dan periharalah kami dari orang-orang kafir,
thabitkanlah hati kami Ya Allah,
agar yang bertakhta di dalamnya nama-Mu dan Rasul-Mu.
suburkanlah cinta kami kepadaMu,
dan jadikanlah hanya engkau yang kami puja.

From deep in my heart,
~Hamba Rabbani~
*Yang mencintai ALLAH dan Rasul-Nya*

One thought on “JePuN… Ada Apa Pada Mereka?!!

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s