kecintaan bilal kepada rasululllah s.a.w.

Tengoklah, betapa cintanya para sahabat kepada Rasulullah! Kita, bila lagi? Nak merasakan rasa cinta kita kepada Rasulullah.

* * * * *

” They say you can never love someone whom you have never seen…

I just smiled and said

I haven’t seen my prophet MUHAMMAD S.A.W but I love him dearly!

* * * * *

Advertisements

THE STORY OF RASULULLAH’S VISIT TO THE SICK

A companion of the Holy Prophet fell ill and became very weak. Rasulullah went to visit him. He was so ill that he appeared to have reached the last stages of his life. When Rasulullah saw the condition, he expressed great sympathy and feeling.

When the sick Sahabi saw Rasulullah, he was overjoyed. It appeared as if he was endowed with new life. It was as if a dead person sprung back to life. He said:
“This sickness has made me a very fortunate person
That it became the cause of the King of believers coming to visit
me”

He also said:
“O my sickness, my fever, my sorrow, my pain and sleeplessness by night.

Blessed be you all. You are the cause of Rasulullah coming to visit me today”.

Rasulullah asked the sick man upon completion of the visit:
“Do you remember any special duah you made during the time of your good health?”

He replied: “Ya Rasulullah, I cannot remember what duah I made”.

Then after a short while through the blessings of Rasulullah , he remembered and said: “Ya Rasulullah I now remember the duah. It was this:
“I prayed 0 Allah in view of my shortcomings
In my deeds and in view of my faults:
I beseech Thee, grant me the punishment
In this world, which You would give in the Hereafter.
So that I may be exempted from punishment in the Hereafter.

This duah I kept making up till this day.
Until the time came that a heavy sickness covered me
And I found myself in distress because of the illness.
Due to this sickness, I am unable to perform my Zikr and Wazifas

As I did in my healthy days.
And now I am unaware of my relatives and good or evil ones”.

Hearing this duah, Rasulullah showed some displeasure and prohibited him from making such a duah: “In future do not make such a duah”. Rasulullah declared such a duah does not befit a servant of Allah. He declared it to be against serfdom to Allah. To beg of Allah to send down punishment is tantamount to making the claim that you have the power to withstand Allah’s punishment.

Therefore Rasulullah advised him:
“O You, what strength do you possess that on a sick ant like yourself Allah should place a big mountain of calamity?

But pray: O Allah, ease for me my difficulty
So’ that He may change the thorns of your distress to a garden of comfort. Grant to us the good of this worldly life, And grant to us the good of the life of the Hereafter”.

Lesson from this Story
This story teaches us never to pray to Allah for calamities. We should at all times pray for our welfare in both the worlds, while admitting before Him our weakness and our inability. For example, if a person has the illness of looking at evil, he should pray for his rectification and should endeavour to treat the malady through consultation with the saintly ones and ask them to pray for him. He should never become distressed and say: “0 Allah, this malady of mine is not good. It would be better if you make me completely blind, so that I am not plagued by the sins of my eyes”.
Such a duah will be foolishness. As far as possible, one should pray for health, safety, protection from calamities and welfare. I heard my Sheikh Hazrat Phulpoori (R.A.) say that Hazrat Mansoor (RA.) used to perform Nafal Salaah in the sun while there was a place to do so in the shade. A saintly elder endowed with ‘nisbat’ said: “This man will become involved in a great calamity”. This means that when there is ease in front of you, then do not prefer difficulty. When you have to choose between calamity on the one side and calamity on the other side, then choose the tighter of the two as is mentioned in the Hadith.
* * * * * * *
From,
http://www.yunuspatel.co.za
* * * * * * *
Michael H (The 100: A Ranking of the most influential persons in history) said:
“My choice of Muhammad to lead the list of the world’s most influential persons may suprise some readers and may be questioned by others, but He was the only man in history who was supremely successful on both the religious and secular level.”
* * * * * * * *
Posted by:
Nadi Ummah~!

Kisah Rasulullah bersama orang Arab Badui

Ketika Rasulullah SAW sedang bertawaf mengelilingi Ka’bah, beliau mendengar seorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir, “Ya, Karim! Ya, Karim!” Lalu, Nabi SAW menirunya, “Ya, Karim! Ya, Karim!” Orang itu lalu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, lalu berzikir lagi. Nabi Muhammad pun kembali mengikutinya.
Seakan merasa seperti diolok-olok, orang itu menoleh ke belakang. Terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah dan tampan, yang belum pernah dikenalinya. Orang itu lalu berkata, “Wahai, orang tampan,
apakah engkau memang sengaja memperolok-olokku karena aku ini adalah orang Arab Badui? Kalaulah bukan karena kegagahanmu, pasti aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad SAW.”
Rasulullah pun tersenyum, dan bertanya, “Tidakkah engkau mengenali nabimu, wahai, orang Badui?” Orang itu menjawab, “Belum.” Lalu, Rasulullah bertanya, “Jadi, bagaimana engkau beriman kepadanya?” Si Badui kembali berkata dengan mantap, “Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya walaupun saya belum pernah melihatnya.”
“Wahai, orang Badui, ketahuitah, aku ini nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat,” ujar Nabi. Melihat Rasulullah di hadapannya, dia tercengang, seakan tak percaya. “Tuan ini Nabi Muhammad?” Nabi menjawab, “Ya.”
Ia segera menunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah. Melihat hal itu, Nabi segera menarik tubuh orang Badui itu seraya berkata, “Wahai, orang Badui, janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan hamba sahaya kepada tuannya. Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabur dan yang minta dihormati atau diagungkan. Akan tetapi, demi berita gembira bagi orang yang beriman dan ancaman bagi yang mengingkarinya.”
Ada dua makna penting dalam kisah di atas. Pertama, kebanggaan tiada tara seorang hamba bertemu dengan Nabi SAW. Kedua, kecintaan terhadap Nabi bukan dengan cara memujanya, seperti mencium kaki. Nabi tak memposisikan dirinya di hadapan umatnya laksana tuan dan budak.
Kecintaan dan kekaguman terhadap Rasulullah hendaknya direfleksikan dari perilaku yang mencerminkan ketaatan terhadap ajarannya, bukan pada pribadinya secara fisik. Kita tak menemukan Rasulullah dalam bentuk fisik, tetapi ajaran kebenaran yang disampaikannya akan tetap “hidup” dan menjadi cahaya sepanjang zaman. Selama itu pula, umat akan merasakan kehadiran Rasulullah sekaligus menghormatinya.
Kesetiaan dan kekaguman kepada Rasulullah saat ini akan memiliki derajat yang sama dengan orang yang bertemu secara langsung tatkala kita menjadi umat yang taat dan selalu menegakkan syiar Islam yang diajarkannya.

* * * * *

Ya Rasulullah,

KeperibadianMu  menjadi ikutan,

Menjadi tauladan ummah sepanjang zaman.

Yang merinduimu,

Nadi Ummah~!

 

Pemaafnya dirimu, Ya Rasul

Di sini saya bawakan dua kisah yang menunjukkan sifat pemaaf Rasulullah.  Hayati dan mari kita sama-sama ikuti.  Insha Allah.

Semasa pembukaan kota Mekah, ada seorang pemuda berkeaadaan keluh-kesah dan cemas. Siapakah pemuda itu? Dia adalah Habbar bin Aswad. Eh, kenapa dia tampak cemas? Begini, kawan-kawan. Semasa peristiwa hijrah, pemuda inilah yang telah merentap hujung kain puteri Rasullah hingga puteri baginda terjatuh dari punggung unta. Puteri Rasulullah yang bernama Zainab itu terus terduduk di atas kerikil yang tajam sehingga menyebabkan beliau keguguran bayi yang dikandungnya. Masakan tidak, beliau terhentak jatuh dari unta yang tinggi.  Darah memancut keluar dengan banyaknya membasahi jubah yang dipakai. Tidak berapa lama kemudian, puteri nabi itu meninggal dunia. Semuanya kerana pemuda yang bernama Habbar tadi. Namun, peristiwa itu langsung tidak diketahi Rasulullah. Hinggalah setelah pembukaan kota Mekah. Rasulullah menegur Habbar dan bertanya, “Ke mana engkau mahu pergi, ya Habbar?” Habbar menjawab, “Aku ingin lari daripadamu.” Rasulullah hairan dan bertanya sebabnya. Barulah Habbar menceritakannya. Setelah mendengar cerita itu, Rasulullah menyuruh Habbar pulang dan baginda memberitahu baginda telah memaafkannya.

Lihatlah betapa pemaafnya Rasulullah. Kalau kita, pembunuh orang yang disayangi berada di hadapan mata, pasti kita akan marah bukan? Begitulah terpujinya sifat baginda. Tidak termasuk lagi di Toif. Setitis pun air mata baginda tidak menitis di saat dilemparkan batu oleh penduduk Toif. Cekalnya sekeping hati walaupun setiap langkahnya dibaling batu. Penduduk Toif berbaris membaling batu. Namun, di saat malaikat bersedia hendak mengazab kaum Toif, baginda lekas berdiri dan berdoa, “Ya Allah, sampaikanlah hidayah kepada mereka, sesungguhnya mereka tidak mengetahui” Ketika itu air mata baginda mengalir. Bukan kerana disakiti, namun kerana manusia yang menyakitinya. Baginda malah berdoa untuk mereka. Masha Allah. Betapa jauhnya diri kita dibanding dengan baginda. Allahumma solli ‘ala Muhammad.

Seorang umat,

~Hamba Rabbani~

Cinta Seorang Umat

Hari ini, saya Hamba Rabbani ingin mengajak anda bercinta. Sebelum anda membaca lebih lanjut, tontonilah dahulu video ini. Semoga ia boleh menambahkan cinta kita kepada baginda. Insha Allah.

Pada kiriman-kiriman bicara hati yang lalu, saya menceritakan tentang cinta agung, cinta kita sebagai hamba. Ingat lagi tak kiriman saya yang bertajuk Cinta Seorang Hamba? Sudah baca? Kali ini saya hendak beralih pada cinta kedua, cinta seorang umat. Cinta kepada Rasulullah. Cinta yang juga membawa kepada cinta pertama, yakni cinta kepada Allah.

Kenapa perlunya kita cinta kepada baginda? Ini kerana baginda telah banyak berjasa kepada kita. Sakit lapar baginda kerana kita kawan-kawan. Kalau baginda tak berkorban, tak sampai Islam pada kita. Padahal baginda bukannya kenal kita. Tetapi begitulah tingginya cinta baginda. Sampai di hujung nyawa kita diingat baginda. Kita pula? Bagaimana? Berapa kali kita berselawat kepada baginda? Baginda boleh menyebut ummati, ummati…di akhir hayat kenapa kita tak boleh menyebut nama baginda? Tahu tak, baginda sentiasa risaukan kita, umatnya. Tanya kepada Jibril tentang nasib kita di akhirat. Prihatin tentang kita, umat akhir zaman.

Nabi juga pernah menyatakan dalam satu hadis yang bermaksud:

“Bahagialah siapa yang melihat ku dan beriman padaku” kemudian nabi sebut tiga kali: “Bahagialah, bahagialah, bahagialah siapa yang tidak melihatku tapi beriman denganku.”

Orang yang tak lihat nabi tapi beriman pada nabi, antaranya kitalah, nabi puji kita tiga kali. Sebab kedua kenapa mesti mencintai nabi sebab cinta nabi tanda sempurnanya iman seseorang Muslim. Maknanya kalau tak cinta nabi tak sempurnalah iman kita.

Sabda nabi yang bermaksud: “Tidak sempurna iman seseorang kamu sehingga aku lebih disayangi daripada kamu menyayangi kedua ibu bapamu dan manusia seluruhnya.”

Saidina Umar pernah satu hari berkata pada nabi, “Aku sayangi diriku, lepas tu baru aku sayang padamu, wahai Rasulullah. Nabi menjawab, cintailah aku lebih daripada cinta pada dirimu, barulah sempurna iman kamu.”

Cinta. Apa tanda kita cinta pada Rasulullah? Cinta kepadanya ialah dengan memperbanyakkan selawat serta melakukan sunnah baginda. Ini tidak. Kita mengaku sebagai umat baginda, tetapi sunnah baginda kita tinggalkan. Baginda tidak dicontohi. Mulut kata cinta, mengaku umatnya tetapi apa buktinya? Masih sayang pada Jahiliyyah.

Saya sedih pada hari ini, ramai yang buta dengan sejarah baginda. Tak ambil tahu pengorbanan baginda. Tak hargai. Penat lelah, sakit perit baginda kita buat tak tahu je. Artis lebih kita banggakan. Lebih kita sanjung. Sedangkan apa yang mereka bagi, kawan-kawan? Apa??? Sedangkan kita yang berkorban untuk mereka. Kita korbankan wang kita beli album mereka. Habiskan masa kita untuk memuat turun video mereka, lagu-lagu mereka. Duit dihabiskan untuk membeli majalah mereka. Air liur dibazirkan untuk bercakap tentang mereka. Tetapi yang untungnya siapa? Yang untungnya mereka, kawan-kawan. Sebab kita, mereka popular. Banyak duit. Tak ke namanya sia-sia? Sini, saya nak beritahu. Rasulullah dah banyak berkorban untuk kita. Macam-macam. Kalau kita selawat, cinta pada baginda, kita dapat balik untungnya. Bukan macam artis tu. Rasulullah dia boleh bagi syafaat kat kita di akhirat nanti. Hari di mana tiada orang lain yang boleh menolong kita. TERMASUK artis-artis tu. Boleh dia menolong, tolong tambah dosa lagi adalah. Nampak tak? Tak rugi kita cinta kepada baginda. Baginda berkali-kali ganda lagi kacak daripada artis-artis tu. Lagi baik. Lagi gagah. Lagi macho. Lagi bijak. Dan yang pastinya lagi sayangkan kita. Buat apa kita sayang orang yang tak sayangkan kita? Rasulullah dah trang tang-tang cintakan kita, kawan-kawan. Tapi yang kita cinta apa? Hiburan. Artis. Apa lagi? Cerita yang melalaikan. Tersembur-sembur air liur kita cakap pasal artis. Tapi awat susah sangat nak selawat? Artis tu semua kita tahu. Ada skandal lah. Buat album apa lah. Kahwin dengan perempuan manalah. Semua kita tahu. Buat konsert kat manalah. Semuanya kita nak ambil tahu. Kalah mak dia. Tetapi sirah Rasulullah, kenapa kita tak nak ambil tahu? Cuba kalau saya bagi video pasal Rasulullah, berapa orang yang hatinya tergerak nak menonton video tersebut? Atau cuba saya letak video Korea ke, Jepun ke? (Contoh…memandangkan tgh hot skrg) Berebut-rebut orang nak tengok. Ke ada orang komen nanti,

*Eh, ni video lamalah. *Dah tengok banyak kali. *Cutelah artis tu.

Apa pengorbanan Rasulullah pada kita?

Pengorbanan baginda yang paling besar adalah menyampaikan ajaran Islam sehingga kita dapat mengecapinya kini. Usaha baginda adalah untuk mengeluarkan kita dari neraka seterusnya mengajak kita ke syurga.

· Kisah kelaparan Rasulullah

Saya ada terbaca dalam satu laman web. Tak ingat pula laman web apa. Di situ ada menceritakan, pada suatu hari ketika Rasulullah mengimami para sahabat bersolat, para sahabat mendapati baginda seperti susah hendak melakukan pergerakan solat. Mereka juga ada mendengar bunyi yang aneh. Selesai solat, Saidina Umar pun bertanya, “Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah engkau menanggung penderitaan yang amat berat. Sedang sakitkah engkau ya Rasulullah?.” Dengan penuh prihatin dia bertanya. Rasulullah menafikannya dengan menjawab baginda dalam keadaan sihat. Umar tidak puas hati. Dia terus mendesak penuh cemas. Akhirnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabat pun terkejut ketika mendapati perut Rasulullah yang kempis dililit oleh sehelai kain yang berisi batu kerikil sebagai penahan rasa lapar. Ternyata, batu-batu kerikil itulah yang menimbulkan bunyi aneh setiap kali tubuh Rasulullah bergerak. Para sahabat pun berkata, “Ya Rasulullah, adakah bila engkau mengatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya untuk tuan?.” Baginda Rasulullah pun menjawab dengan lembut, “Tidak para sahabatku. Aku tahu, apapun akan kalian korbankan demi Rasulmu. Tetapi, apa jawapanku nanti dihadapan Allah, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya? Biarlah rasa lapar ini sebagai hadiah dari Allah buatku, agar kelak umatku tidak ada yang kelaparan di dunia ini, lebih-lebih di akhirat nanti.”

· Kisah kesakitan Rasulullah

Semasa peperangan Uhud meletus, gigi baginda telah patah dan baginda telah tercedera. Dahi baginda luka dan berdarah lalu ditadah dengan tangan baginda bagi mengelakkannya jatuh ke bumi. Semasa di Thaif pula, baginda dilempar batu oleh penduduk Thaif sehingga hampir pengsan. Seluruh tubuh baginda berlumuran darah. Kemudian baginda dipapah oleh Zaid bin Harithah. Baginda dilempar najis. Semuanya demi menyampaikan ajaran Islam. Untuk siapa? Untuk kita.

Seorang ulama’ pernah berkata, jika kita merasa cinta pada Rasulullah, hidupkan tiga pancaindera ini sebagaiman kehidupan Rasulullah.

1. Mata- Jangan melihat yang haram

2. Telinga- Jangan mendengar perkara yg melalaikan

3. Lidah- Jangan menyebut perkara tak bermanfaat

Ini kerana semua anggota kita akan disoal ke arah mana kita memanfaatkannya. Dan setiap sen yang kita gunakan juga akan disoal di hari akhirat nanti. Macam mana kalau kita habiskan dengan membeli komik, majalah atau cd yang tidak berfaedah? Bila Allah tanya tentang duit kita, bagaimana kita hendak menjawabnya? Nak ke kita jawab ‘Saya membeli cd Korea atau komik cinta atau majalah iPop?’ di hadapan Allah s.w.t nanti. Betapa kita telah mensia-siakan nikmat yang Allah beri.

Tahu tak kenapa nabi dimusuhi oleh orang kafir Quraisy? Bukan sebab baginda buat amal ibadah kat ka’bah atau sebab dia seorang muslim tetapi sebab baginda menyebarkan ajaran islam kepada orang lain. Kalau nabi duk buat ibadah sorang-sorang, masuk syurga sorang-sorang, nabi taklah dibaling batu, diasingkan. Tapi nabi kasih pada kita. Tulah, nabi sanggup hadapi tohmahan orang kafir Quraisy.

Nabi telah bersabda: Celakalah mereka yang tidak melihatku pada hari kiamat kelak.

Saidatina Aisyah bertanya: “Siapakah yang tidak dapat melihatmu pada hari kiamat?”

Jawabnya: “Sesiapa yang namaku disebutkan di sisinya dan dia tidak berselawat ke atasku.”

Hayatilah kisah ini. Saya memetiknya dari satu forum di internet.

Suatu hari Nabi bersabda kepada para sahabatnya.

Siapa makhluk yang imannya paling sempurna ?

para sahabatnya pun menjawab; ….. Malaikat, ya Rasulullah !

Bagaimana Malaikat tidak beriman, Bukankah mereka berada di samping Tuhan ? ujar Nabi…

….. Para Nabi, ya Rasulullah ! Para sahabat cuba menjawabnya lagi….

Bagaimana Nabi tidak beriman, Bukankah pada mereka turun wahyu, Jawab nabi !

….. Kalau begitu siapakah mereka, ya Rasulullah? Tanya Para sahabat..?!

Yang paling mempesona imannya adalah: Mereka yang datang sesudahku ! Mereka beriman kepadaku

…. padahal tidak pernah melihat atau berjumpa denganku sebelumnya…

Yang paling mempesona imannya mereka yang tiba setelah aku kelak tiada !!!

yang membenarkanku tanpa pernah melihatku !!!!

Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah jawab para Sahabat….

Bukan ! jawab Nabi

…. Kalian adalah sahabat-sahabatku

….. Tetapi,Saudaraku adalah

… Mereka yang tidak pernah berjumpa dengan’ku !

Mereka beriman pada yang ghaib. Mendirikan sholat

… puasa, berkorban utk ALLAH SWT dan menginfakkan sebagian rezeki yang di berikan kepada mereka…

Para sahabat mendengar lagi nabi bersabda

…… Alangkah rindunya daku pada mereka

Alangkah bahagianya aku menemui mereka kelak..

Butir-butir air mata baginda mulai tergenang

… Kau rindukan mereka ya Rasulullah

… Kau dambakan pertemuan dengan mereka, ya Nabi Allah !

Monolog para sahabat…

Dah habis membacanya? Apa yang kawan-kawan rasa sekarang? Tak rasa apa-apa? Eh, jangan kawan-kawan. Sambutlah dengan kata-kata- We miss you too, Ya Rasulullah… Bagaimana tahap cinta anda kepada Rasulullah sekarang? Bertambah? Sekarang ikut bersama saya. Tarik nafas dalam-dalam. Kosongkan fikiran. Fikirkan tentang pengorbanan baginda. Pastikan suasana sunyi. Maksud saya, tidak bising. Kemudian sebut…

SollAllahu ‘ala Muhammad

SollAllahu ‘alaihi wasallam

Ya Habiballah, saksikanlah.

Sesungguhnya kami amat mencintaimu.

Kami merinduimu, Ya Rasul.

Sebut dengan penuh pengahayatan. Hadirkan hati anda. Ulang biar seribu kali pun tak apa. Biar rasa cinta kepada baginda bertambah dalam diri kita setelah baginda lapar, sakit, luka, menderita kerana kita!!!

Tahu tak, kawan-kawan. Di akhirat nanti, Nabi tunggu kita di 3 tempat. Satu di telaga nabi di padang mahsyar. Dua, ketika amalan kita ditimbang. Tiga, ketika melalui titian sirat. Ketahuilah, ketiga-tiga tempat itulah saat paling sukar kita. Lihatlah baginda bersama kita!!! Sentiasa bersama selagi kita ummatnya. Ada baginda fikir pasal dirinya? Tak, kawan-kawan. Diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, daripada Anas bin Malik, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: “Setiap nabi memiliki doa yang pasti Allah kabulkan, dan aku menyimpan doa tersebut sebagai syafaat bagi umatku di akhirat nanti.” Lihat kawan-kawan. Nabi sebut umatku, bukannya diriku. Baginda sentiasa ingat pada kita. Lagi kan kawan-kawan…Nanti dari berbillion-billion orang, atas syafaat Nabi Muhammad dan izin Allah, kita adalah umat pertama yang dihisab. Boleh imagine tak kalau Nabi tak mohon pada Allah, mungkin kita menjadi orang yang ke 999,999,999,999,999,999,999. Waktu tu orang terlampau ramai. Bayangkan lah…Umat Muhammad pun dah ramai. Kita ni sekarang, kalau naik kereta dah jam. Tu belum lagi campur dengan manusia satu dunia. Dari Amerika lain. Dari Timur Tengah lagi. Lagi satu, bukan manusiayang hidup zaman sekarang je. Yang datuk, nenek, moyang, tok yang kita semua ada. Yang hidup 500 tahun dahulu bahkan 1433 tahun dahulu semua ada dari zaman nabi Muhammad. Bayangkanlah betapa ramainya. Orang sekarang pun dah ramai. Cuba tambah dengan atuk nenek tujuh keturunan atas diorang. Kali dengan semua penduduk bumi. Tak terbayang. Lagi-lagi kalau nak tambah dengan umat nabi-nabi lain. Sebenarnya nabi banyak. Bukan 25 yang kita tahu je. Nabi bahkan ada beratus-ratus. Umat diorang lagi. Mesti jam teruk nanti. Dengan matahari sejengkal. Seksa tau menunggu. Nabi Muhammad oleh kerana kasihkan umatnya tampil memohon supaya kita umatnya dihisab dahulu. Itupun entah kita ni orang ke berapa. Tapi jangan risau, kawan-kawan. Nabi Muhammad ni cinta pada kita. Baginda tunggu sampai orang terakhir dihisab. Baginda sentiasa ada di situ menolong umatnya yang dihisab. Ibu pun tak tunggu anaknya. Semua hanya ingat diri masing-masing. Tapi Rasulullah tak. Baginda ingat pada umatnya. Jadi kita, di waktu senang ni jangan lupakan baginda supaya baginda ingat pada kita di waktu susah.

Dalam sahih Muslim daripada Abdullah bin ‘Amr, Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud:

“Jika kamu mendengar seruan muazzin, maka ucapkanlah seperti ucapannya lalu kamu berselawat kepadaku. Maka sesiapa yang berselawat kepadaku satu kali, maka Allah akan berselawat untuknya sepuluh kali…”

Kawan-kawan, berselawat kepada baginda berapa kali sehari? Tak susah selawat. Gerakkan lidah yang Allah bagi ni. Rasulullah tak suruh keluarkan duit untuk baginda pun.

Kawan-kawan. Saya pun bukannya banyak sangat selawat pada baginda. Mungkin kawan-kawan lebih banyak. Kawan-kawan lebih mulia. Lebih mecintai baginda daripada saya. Sunnahnya pun tak semua saya ikut. Semua ni perlukan mujahadah. Kawan-kawan, dengarlah dari sahabatmu yang sangat lemah ini. Kita sama-sama ya, melakukan sunnah baginda. Sama-sama membuat baginda tersenyum berjumpa kita di syurga kelak. Dan jauhi perkara yang boleh membuatkan baginda tidak mengaku kita umatnya. Rugi nanti…Jadi marilah kita sama-sama kita mencintai baginda. Best tak bila kita dapat jumpa Rasulullah, baginda gembira melihat kita? Tersenyum dengan wajah yang ceria bercahaya. Apa perasaan kita? Best kan? Jadi jom kita sama-sama hidupkan sunnah baginda dalam kehidupan kita.

Allahumma solli ‘ala saidina Muhammad.

Coretan,

~Hamba Rabbani~